Kontribusi Disiplin Ilmu Pada Organisasi

 

UNIVERSITAS PELITA BANGSA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI BISNIS DIGITAL

NAMA : Putri Risqi Mega Lestari

NIM : 152210021

KELAS : BD.22.C.01

MATKUL : Perilaku Organisasi

DOSEN PENGAMPU : Erna Apriani, SM.MM

 

Kontribusi Disiplin Ilmu Pada Organisasi

Rivai dan Mulyadi (2012):

Perilaku organisasi merupakan suatu ilmu perilaku organisasi terapan yang dibangun atas sumbangan-sumbangan dari sejumlah disiplin ilmu. Bidang disiplin ilmu yang menonjol tersebut adalah Psikologi, Sosiologi, Antropologi, dan Ilmu Politik.

 

 

 

Menurut Robbins yang dikutip oleh Badeni (2013) ikhtisar sumbangan

disiplin- disiplin ilmu tersebut adalah:

Ø  Psikologi

Ilmu psikologi memberikan sumbangan terhadap perilaku organisasi terutama dalam hal pemahaman tentang perilaku individu dalam organisasi, terutama

psikologi organisasi yang mencoba untuk memahami dan mengendalikan perilaku seseorang dalam organisasi.

 

Ø  Sosiologi

Ilmu sosiologi membahas tentang sistem sosial dan interaksi manusia dalam suatu sistem sosial. Sumbangan ilmu sosiologi terhadap perilaku keorganisasian terutama pemahaman tentang perilaku kelompok di dalam organisasi.

 

Ø  Antropologi

Ilmu antropologi mempelajari tentang interaksi antara manusia dan lingkungannya.

 

Ø  Ilmu Politik

Meskipun sering diabaikan, kontribusi para ilmuwan politik signifikan dalam memahami perilaku dalam organisasi. Ilmu politik mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam lingkungan politik.

 

Model Prilaku Organisasi

Grenberg dan Baron (2003):

Perilaku organisasi merupakan bidang yang bersifat multi disiplin yang membahas perilaku organisasi sebagai proses individu kelompok dan organisasional. Pengetahuan ini dipergunakan ilmuan yang tertarik memahami perilaku manusia dan praktisi yang tertarik dalam meningkatkan efektivitas organisasional dan kesejahteraan individu.

 

McShane dan Von Glinow (2013):

Merumuskan perilaku individu sebagai model MARS.


Model MARS

1.     Motivation

Atau motivasi mencerminkan kekuatan dalam diri orang yang memengaruhi direction (arah), intensity (intensitas) dan persistence (kekuatan) orang tersebut dalam perilaku sukarela. Direction menunjukkan jalan yang diikuti orang yang terikat pada usahanya. Sebenarnya, orang mempunyai pilihan kemana menempatkan usaha.

 

2.     Aptitudes /Ability

Adalah bakat alamiah yang membantu pekerja mempelajari tugas spesifik lebih cepat dan mengerjakannya dengan lebih baik.

 

3.     Role perception

Atau persepsi terhadap peran diperlukan untuk mewujudkan pekerjaan dengan baik. Persepsi peran merupakan tingkatan dimana orang memahami tugas pekerjaan atau peran yang ditugas kan kepada mereka atau diharapkan dari mereka.

 

Pendekatan Prilaku Organisasi Pada Manajemen

Luthans (2012)

Perilaku organisasi merepresentasikan manajemen manusia, bukan keseluruhan manusia, pendekatan yang dikenal dalam manajemen mencakup pendekatan proses, kuantitatif, system, pengetahuan dan kontigensi. Dengan kata lain perilaku organisasi tidak bermaksud untuk menggambarkan keseluruhan manajemen.

Kerangka Kognitif

Pendekatan kognitif pada perilaku manusia memiliki banyak sumber input. Pendekatan kognittif menekankan aspek perilaku manusia yang positif dan berkeinginan bebas dan menggunakan konsep seperti harapan, permintaan, dan tujuan. Kognisi, yang merupakan unit dasar dari kerangka kognitif, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai tindakan untuk mengetahui sebuah item informasi.

Kerangka Kognitif Sosial

Pendekatan kognitif telah dianggap menjadi mentalistik, dan pendekatan behavioristik telah menjadi deterministik. Teori kognitif berpendapat bahwa model S-R, dan bagi tingkat model R-S yang lebih rendah, terlalu memekanisasi penjelasan perilaku manusia. Tampaknya masuk akal jika interpretasi S-R yang ketat dikritik terlalu mekanistik. Tetapi, pendekatan ilmiah yang telah dikerjakan secara cermat oleh ahli perilaku membuat model operan memberikan kontribusi luar biasa pada studi dan arti perilaku manusia.

Hal yang sama dapat dikatakan pada pendekatan kognitif. Banyak penelitian telah dilakukan untuk memverifikasi pentingnya penjelasan perilaku manusia. Daripada melontarkan kritik tidak konstruktif terhadap kedua pendekatan tersebut, lebih baik menyadari bahwa masing- masing pendekatan dapat membuat kontribusi penting untuk memahami, memprediksi, dan mengontrol perilaku manusia. Pendekatan kognitif sosial mencoba mengintegrasikan kontribusi kedua pendekatan tersebut.

 

 

Refrence :

Materi Pertemuan 2 Perilaku Organisasi



0 Comment for "Kontribusi Disiplin Ilmu Pada Organisasi"

Back To Top