Mari Berbagi Informasi untuk Semua

Mari Berbagi Informasi untuk Semua

Stres Kerja

 


UNIVERSITAS PELITA BANGSA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI BISNIS DIGITAL

NAMA : Putri Risqi Mega Lestari

NIM : 152210021

KELAS : BD.22.C.01

MATKUL : Perilaku Organisasi

DOSEN PENGAMPU : Abdul Latif, SE.MM

 

STRES KERJA

Definisi Stress

        Kekuatan eksternal yang menyebabkan ketidaknyamanan  atau suatu respon emosional.

        Definisi kontemporer stres adalah menyangkut lingkungan  eksternal sebagai stresor (seperti masalah di tempat  kerja), respon terhadap stresor sebagai stres atau distres.  (misalnya perasaan terhadap tekanan) dan konsep stres  sebagai sesuatu yang terkait dengan biokimia, fisiologis,  perilaku dan perubahan psikologis.

STRESS & PEKERJAAN

Stress :

Suatu tanggapan/reaksi individu  akibat dari suatu tekanan  (stressor) yang berlebihan terhdp  individu pekerja.

Reaksi pertahanan stress disebut:

General Adaptation Syndrom – GAS

= Hans selye

3 Phase GAS

  1. Peringatan (Alarm)
  2. Perlawanan (Resistance)
  3. Peredaan (Exhaustion)

Peneliti juga membedakan:

    1. stres yang menyakitkan dan merusak (distress)
    2. stres yang positif dan menguntungkan (eustress).

Definisi yang umum dipakai untuk stres dikemukakan  oleh Lazarus dan Launier (1978); adalah transaksi antara  orang dan lingkungan.

        Hans Selye, MD. Pada tahun 1956 dia mengatakan  ”stress is the non-specific response of the body to any  demand” (Stres adalah respon tidak spesifik tubuh  terhadap berbagai tuntutan).

        Selye mengatakan kalau stres tidak selalu dan tidak  otomatis buruk.

        Stress akibat pekerjaan yang berhasil dan penuh  kreativitas serta mengasyikkan jelas bermanfaat.

        Sebaliknya stres karena kegagalan, penghinaan, dan  penyakit tentu saja berakibat buruk.

        Stres adalah suatu kondisi yang di dalamnya seseorang  individu dikonfrontasikan dengan suatu peluang,  kendala (constraints), atau tuntutan (demands) yang  dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan  yang hasilnya dipersepsikan sebagai tidak pasti dan  penting.

 

Model Stress

Perbedaan Individu

Persepsi

·       Pengalaman  pekerjaan

·       Dukungan sosial

·       Keyakinan akan locus of control

·       Sikap bermusuhan

 

Faktor Lingkungan

  • Ketidakpastian ekonomi
  • Ketidakpastian politik
  • Ketidakpastian teknologi

Faktor Organisasi

  • Tuntutan tugas
  • Tuntutan peran
  • Tuntutan hubunganantarpribadi
  • Struktur organisasi
  • Kepemimpinan organisasi
  • Tahap hidup organisasi

Faktor Individu

  • Masalah keluarga
  • Masalah ekonomi
  • Kepribadian

Gejala Fisiologis

  • Sakit kepala
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung

Gejala Psikologis

  • Kecemasan
  • Murung
  • Berkurangnya  kepuasan kerja

Gejala Perilaku

  • Produktivitas
  • Kemangkiran
  • Tingkat keluarnya karyawan

Sumber stress kerja

        Faktor eksternal (working condition)

        Lingkungan kerja yang buruk

        Overload (secara kuantitatif dan kualitatif)

        Deprivational stress (kondisi kerja yang tidak lagi menantang  dan menarik bagi karyawan, kurang komunikasi sosial à muncul  keluhan kebosanan, tidak puas)

        Pekerjaan beresiko tinggi

        Konflik peran (misalnya pada pekerja wanita)

        Pengembangan karir

        Struktur organisasi

        Faktor internal (karakteristik, persepsi)

                                      Gejala Stress

1.    Gejala Psikologis

        Kecemasan,

        Ketegangan,

        Bingung,

        Marah,

        Sensitif,

        Komunikasi tidak efektif,

        Mengurung diri,

        Depresi,

        Merasa terasing,

        Bosan,

        Tidak puas,

        Lelah mental,

        Menurunnya fungsi  intelektual,

        Kehilangan konsentrasi,

        Kehilangan spontanitas dan

        kreativitas,

        Kehilangan semangat hidup,

        Menurunnya percaya diri.

 

2.    Gejala Fisik

        Detak jantung dan tekanan darah meningkat,

        Meningkatnya sekresi adrenalin dan noradrenalin,

        Gangguan gastrointestinal,

        Mudah terluka,

        Mudah lelah,

        Gangguan kardiovaskuler,

        Gangguan pernapasan,

        Berkeringat,

        Gangguan pada kulit,

        Kepala pusing,

        Migrain,

        Ketegangan otot,

        problem tidur

 

 

 

 

 

 

 

Refrence :

Materi Pertemuan 13 Perilaku Organisasi

Dasar - Dasar Struktur Organisasi

 


UNIVERSITAS PELITA BANGSA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI BISNIS DIGITAL

NAMA : Putri Risqi Mega Lestari

NIM : 152210021

KELAS : BD.22.C.01

MATKUL : Perilaku Organisasi

DOSEN PENGAMPU : Abdul Latif, SE.MM

 

DASAR-DASAR STRUKTUR  ORGANISASI

 

 

Struktur Organisasi

Bagaimana pekerjaan dibagi-  bagi, dikelompokkan, dan  dikoordinasi secara formal.

Elemen dalam mendesain struktur organisasi :

        Spesialisasi kerja.

        Departementalisasi.

        Rantai komando  Rentang kendali.

        Sentralisasi dan Desentralisasi.

        Formalisas.

 

Spesialisasi Pekerjaan

Sejauh mana tugas-tugas dalam  organisasi dibagi-bagi dalam  beberapa pekerjaan tersendiri.

Contoh :

Dalam suatu produksi mobil, seseorang akan memasang roda kanan depan dan orang lainnya  akan memasang roda kiri depan. dengan  memecah pekerjaan menjadi tugas kecil yang  baku dan berulang-ulang, maka dalam waktu  sepuluh detik mampu memproduksi satu mobil.

Elemen dalam Mendesain Struktur Organisasi

Departementalisasi

Dasar yang dapat dipakai  untuk mengelompokkan  pekerjaan secara  bersama-sama.

Kategori Departementalisasi

        Fungsi-fungsi yang dijalankan

Contoh :

Seorang manager Manufaktur mengorganisasi  sebuah pabrik dengan cara memisahkan para ahli  teknik, akuntansi, manufaktur, personalia, dan  persediaan dalam berbagai departemen. Keuntungan cara pengelompokkan semacam ini  adalah didapatnya efisiensi dari disatukannya para  spesialis yang sama.

        Produk yang dihasilkan

Contoh :

Struktur organisasi Procter & Gamble disusun berdasarkan lini  produk. Tiap produk utama seperti Tide, Pampers, Charmin,  dan Pringles ditempatkan dibawah otoritas seorang eksekutif  yang memiliki tanggung jawab global penuh atas produk  tersebut.

Keuntungan cara pengelompokkan ini adalah meningkatkan  akuntabilitas terhadap kinerja produk, karena semua kegiatan  yang terkait dengan sebuah produk tertentu berada dibawah  kendali seorang manajer tunggal.

        Faktor Geografis

Contoh:

Fungsi penjualan, mungkin terbagi ke dalam  wilayah barat, selatan, barat-tengah, dan timur.  Tiap wilayah ni pada dasarnya merupakan  departemen yang diorginisasi secara geografis.

        Proses

Setiap proses membutuhkan keterampilan yang  berbeda, metode ini dapat menjadi dasr  pengategorisasian kegiatan yang homogen.

Contoh:

Dalam pembuatan surat izin mengemudi (SIM) ,  seseorang harus melewati beberapa tahap yang  masing-masing ditangani oleh sebuah  departemen tersendiri sebelum menerima SIM.

Elemen dalam Mendesain Struktur Organisasi

Rantai Komando

Garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari  puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan  siapa tanggung jawab kepada siapa.

        Wewenang (authory), merupakan hak yang melekat dalam sebuah  manajerial untuk memberikan perintah dan untuk berharap bahwa  perintah tersebut dipatuhi.

        Kesatuan komando, merupakan gagasan bahwa seorang bawahan  harus memiliki satu atasan saja yang kepadanya ia bertanggung jawab  secara langsung.

Rentang Kendali

Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer  secara efisien dan efektif.

Rentang yang lebih lebar dapat mengurangi kefektifan. Kinerja  karyawan memburuk karena para penyelia tidak lagi memiliki  waktu untuk memberikan kepemiompinan dan dukungan yang  diperlukan. Sedangkan jika rentang yang terlalu sempit, hal ini akan mahal  karena memperbanyak tingkatan manajemen, membuat  komunikasi vertikal lebih rumit, dan mendorong supervisi yang  teralu ketat sehingga menghambat otonomi karyawan.

Formalisasi

Sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dilakukan.

Organisasi dengan formalitas  tinggi, ada deskripsi tugas yang  jelas,beragam aturan  organisasi,dan prosedur yang  didefinisikan secara tegas.

Organisasi dengan formalitas  rendah,perilaku pekerjaan relatif  tidak terprogram dan karyawan  memiliki banyak kebebasan  untuk menjalankan diskresi  mereka terkait denganpekerjaan

Contoh :

Pekerjaan yang memiliki sedikit  formalisasi yaitu pedagang buku  perguruan tinggi keliling yaitu  perwakilan penerbit yang  mendatangi para profesor untuk  memberitahukan terbitan-  terbitan terbaru dari  perusahaan. Memiliki kebebasan  dalam menjalankan pekerjaan  mereka.

Pekerjaan yang memiliki formalisasi  tinggi. Posisi administrasi dan  redaksi diperusahaan penerbitan  yang sama,yang karenanya  karyawan diwajibkan sudah hadir di  kantor sebelum pukul 8 pagi, atau  (kalau tidak) akan dipotong gajinya  setengah jam,bila sudah di kantor  langsung mengikuti serangkaian  prosedur yang telah ditetapkan.

Desain Organisasi yang Umum

Desain Organisasi

Struktur Sederhana

Sebuah struktur yang dicirikan  dengan kadar departementalisasi  yang rendah, rentang kendali yang  luas, wewenang yang terpusat  pada seseorang saja, dan sedikit  formalisasi.

Struktur sederhana banyak  dipraktikandalamusaha-usaha  kecil, dimana Manajer dan  Pemilik adalah orang yang satu  dan sama.

Birokrasi

Sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang  sangat rutin dan dicapai melalui spesialisasi, aturan  dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas  yang dikelompokan ke dalam berbagai departemen  fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali  yang sempit, dan pengambilan keputusan yang  mengikuti rantai komando.

Kekuatan Birokrasi:  Kemampuan menjalankan  kegitan-kegiatan yang  terstandar secara sangat  efisien.

Contoh

Menyatukan beberapa  kekhususan dalam  departemen  fungsionalmenghasilkan  skala ekonomi, duplikasi yang  minim pada personel dan  peralatan, dan karyawan  memiliki banyak waktu untuk  berbicara dengan rekan  sejawat mereka.

Kelemahan Birokrasi: Berlebihan dalam mengikuti aturan.

Contoh

Ketika ada kasus-kasus yang tidak  sesuai sedikit saja dengan aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi.

 

 

 

 

 

 

 

Refrence :

Materi Pertemuan 12  Perilaku Organisasi

Back To Top