UNIVERSITAS PELITA BANGSA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PRODI BISNIS DIGITAL
NAMA : Putri Risqi Mega Lestari
NIM : 152210021
KELAS : BD.22.C.01
MATKUL : Perilaku Organisasi
DOSEN PENGAMPU : Erna Apriani, SM.MM
KEPRIBADIAN DAN EMOSI
Ø Kepribadian
Kombinasi cara-cara yang dipergunakan oleh seseorang dalam
berinteraksi dengan orang lain, yang dipengaruhi oleh sifat turunan (genetis)
dan lingkungan.
Penentu-Penentu
Kepribadian :
a)
Keturunan
·
Faktor-faktor genetis
seorang individu
·
Ukuran fisik, daya
tarik, wajah, temperamen, dsb.
b)
Lingkungan
·
Kebudayaan dimana kita
dibesarkan.
·
Pengkondisian awal
kita mempengaruhi kepribadian kita.
c)
Situasi
·
Kepribadian terkadang
berubah sesuai dengan situasi dimana individu tersebut berada.
Sifat – Sifat Kepribadian
a)
Apa yg dimaksud
sifat-sifat kepribadian atau character traits :
·
Adalah karakteristik
yang sering muncul dan mendekripsikan perilaku seorang individu.
b)
Manfaat
mempelajari Perilaku Organisasi :
·
Bermanfaat antara lain
untuk: seleksi karyawan, dan menyesuaikan bidang pekerjaan dengan individu.
c)
Apa jenis
pengukuran kepribadian?
·
MBTI
·
Big Five Model
Ø Myers Briggs Type Indicator (MBTI)
Mengklasifikasikan orang menjadi 4 tipe utama:
Extrovert/Introvert
(E or I) = ektrovert/introvert
Sensing/Intuitive
( S or N) = tajam/intuitif
Thinking/
Feeling (T or F) = pemikir/perasa
Perceiving/Judging
(P or J)= memahami/menilai
Klasifikasi
tersebut kemudian dikombinasikan ke
dalam
16 tipe kepribadian.
Big Five Model (Dimensi Kepribadian)
Ø Stabilitas Emosi :
·
Faktor-faktor genetis
seorang individu.
·
Ukuran fisik, daya
tarik, wajah, temperamen, dsb.
Ø Ekstraversi :
·
Derajat dimana
seseorang mampu bersosialisasi.
Ø Keterbukaan thd hal baru (Openess to Experience) :
·
Wilayah ketertarikan
seseorang atas sesuatu yg baru.
·
Orang yg terbuka
adalah kreatif, ingin tahu, sensitif, sebagai oposisi dari pikiran tertutup.
Ø Kemampuan bersepakat/ keramahan (agreeableness) :
·
Derajat dimana
seseorang bekerja baik dengan yg lain
·
Dimensi yg mencakup
kemampuan seseorang untuk bekerja dengan orang lain, kooperatif, dan kemampuan
mempercayai orang lain.
Ø Sifat berhati-hati (Conscientiousness) :
·
Dimensi yg
menggambarkan seseorang yang bertanggungjawab, dapat diandalkan, stabil,
tertata.
· Nilai terendah dari dimensi ini adalah malas, tidak
terorganisasi dan tidak bertanggung jawab.
Model Sifat lima besar mempengaruhi Kriteria Perilaku Organisasi
Sifat Kepribadian Utama yg
Mempengaruhi Perilaku Organisasi
Ø Lokus Kendali
1.
Lokus Kendali
sebagai pengaruh pada Perilaku Organisasi.
Ø Machiavelianisme
2.
Machiavellianisme
sebagai pengaruh pada Perilaku Organisasi.
a)
Yaitu Tingkat dimana
individu bersifat pragmatis, menjaga jarak emosi, dan yakin bahwa tujuan dapat
dicapai dengan menghalalkan segala cara.
b)
Cirinya : Lebih banyak
melakukan manipulasi, selalu ingin menang, kurang bisa dibujuk, dan lebih
banyak membujuk orang lain.
c)
Outputnya : Kinerja
tinggi pada pekerjaan dengan situasi yang memiliki sedikit aturan -→ sehingga
dapat berimprovisasi.
d)
Contoh: Pekerjaan yang
mengandung unsur negoisasi, Penjualan berkomisi, dll.
Ø Mengambil Risiko
3.
Pengambil
Resiko sebagai pengaruh pada Perilaku Organisasi.
a)
Individu memiliki
keberanian yang berbeda-beda untuk mengambil kesempatan.
b)
Untuk menghasilkan
kinerja tinggi, pengambilan risiko seseorang harus disesuaikan dengan tuntutan
pekerjaannya.
c)
Contoh:
Pengambil
risiko tinggi menghasilkan prestasi kerja yang lebih efektif untuk seorang
pedagang saham di suatu perusahaan perdagangan perantara (broker), karena jenis
pekerjaan tersebut menuntut pembuatan keputusan yang cepat. Di sisi lain,
kesediaan untuk mengambil risiko mungkin terbukti sebagai halangan utama bagi
seorang akuntan yang melakukan aktivitas audit. Pekerjaan ini mungkin lebih
baik dilakukan oleh seseorang yang memiliki kecenderungan pengambil risiko yang
rendah.
Ø Narsisme
4.
Narsisme
sebagai pengaruh pada Perilaku Organisasi.
a)
Yaitu Kecenderungan
menjadi: arogan, mempunyai rasa kepentingan diri yang berlebihan, membutuhkan
pengakuan berlebih, dan mengutamakan diri sendiri.
b)
Sebuah penelitian
mengungkap bahwa ketika individu narsis berpikir mereka adalah pemimpin yang
lebih baik bila dibandingkan rekan-rekan mereka, padahal atasan mereka sebenarnya
menilai mereka sebagai pemimpin yang lebih buruk.
c)
Individu narsis juga
cenderung egois dan eksploitif, dan mereka acap kali memanfaatkan sikap yang
dimiliki individu lain untuk keuntungan mereka.
d)
Penelitian juga
menunjukkan bahwa individu narsis dinilai oleh atasan mereka sebagai individu
yang kurang efektif, terutama ketika harus diminta membantu individu lain.
Ø Pemantauan Diri
5.
Pemantauan diri
(self-monitoring) sebagai pengaruh pada Perilaku Organisasi.
Yaitu Kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya
dengan faktor-faktor situasional eksternal,Yaitu pada perilaku :
•
Memiliki penilaian prestasi kerja yang lebih baik, dan berkemungkinan lebih besar
menjadi pemimpin.
•
Memiliki jenjang karier yang dinamis, menerima lebih banyak promosi.
•
Berkemungkinan lebih besar menempati posisi inti dalam suatu organisasi.
•
Individu dengan tingkat pemantauan yang tinggi akan lebih berhasil menduduki
posisi manajer.
Ø Kepribadian Tipe A
6.
Kepribadian
Tipe A sebagai pengaruh pada Perilaku Organisasi.

Afeksi, Emosi dan Suasana Hati
Ø Apa itu Emosi ??
·
Emosi berbeda dengan
suasana hati (mood).
·
Emosi adalah reaksi
terhadap obyek, bukan kepribadian.
Ø Emosi menurut Daniel Goleman (2002 : 411)
· Emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
Hubungan Afeksi, Emosi,
Suasana Hati
Pada manusia terdapat 6 Emosi Dasar
Suasana Hati
Ø Suasana Hati ?
·
repleksi afeksi
positif atau afeksi negatif.
Ø Afeksi Positif
·
Sebuah dimensi suasana
hati yang terdiri atas emosi-emosi positif spesifik seperti: waspada,
bersemangat, bergembira, dan bahagia (pada afeksi positif tinggi). Kepuasan,
kedamaian, relaks, serta ketenangan (pada afeksi positif rendah).
Ø Afeksi Negatif
·
Sebuah dimensi suasana
hati yang terdiri atas emosi-emosi seperti: tegang, kegugupan, stress, dan
kecewa (pada afeksi negatif tinggi).
·
Kesediahan,depresi,
Kebosanan, serta kelesuan (pada afeksi negatif rendah).
Struktur Suasana Hati Manusia
Peran Emosi dalam Perilaku Organisasi
Ø E.I. (Emotion Inteleligence)
·
Kinerja tinggi berhubungan positif dengan
Kecerdasan Emosional.
Ø Pengambilan Keputusan
·
Emosi negatif dapat
mengakibatkan terbatasnya alternatif dan kurang cermatnya penggunaan informasi
dalam pengambilan keputusan.
Ø Motivasi
· Orang yang sangat termotivasi dalam pekerjaan mereka,
terikat secara emosional.
Refrence :
Materi
Pertemuan 3 Perilaku Organisasi








0 Comment for "Kepribadian Dan Emosi Manusia"