UNIVERSITAS PELITA BANGSA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PRODI BISNIS DIGITAL
NAMA : Putri Risqi Mega Lestari
NIM : 152210021
KELAS : BD.22.C.01
MATKUL : Perilaku Organisasi
DOSEN PENGAMPU : Erna Apriani,
SM.MM
FILSAFAT PERILAKU
ORGANISASI
Pengertian
perilaku organisasi
Perilaku Organisasi adalah suatu
disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku tingkat individu dan tingkat
kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja
individual, kelompok, maupun organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal
sebagai studi tentang organisasi. Perilaku organisasi berkaitan dengan
bagaimana orang bertindak dan bereaksi dalam semua jenis organisasi. Dalam
kehidupan organisasi, orang dipekerjakan, di didik dan di latih, diberi
informasi, dilindungi dan dikembangkan. Dengan kata lain, maka perilaku
organisasi adalah bagaimana orang berperilaku di dalam suatu organisasi.
·
Menurut Grenberg dan Baron :
Organisasi adalah sistem
sosial yang terstruktur terdiri dari kelompok dan individu bekerja sama untuk
mencapai beberapa sasaran yang disepakati.
·
Menurut Rivai dan Mulyadi (2012) :
Secara formal studi
mengenai perilaku organisasi dimulai sekitar tahun 1948 - 1952. Perilaku
organisasi sebagai suatu ilmu pengetahuan yang terus berkembang guna membantu
suatu organissi untuk meningkatkan produktivitasnya.
·
Menurut Sopiah (2008) :
Untuk dapat memahami
perilaku individu dengan baik, terlebih dahulu kita harus memahami
karakteristik yang melekat pada indvidu. Adapun karakteristik yang dimaksud
adalah ciri-ciri biografis, kepribadian, persepsi dan sikap.
·
Menurut Badeni (2013):
Secara umum dalam ilmu
psikologi terdapat tiga teori kepribadian untuk memahami kepribadian seseorang
yaitu trait theory (teori sifat), psychodynamic theory (teori psikodinamik) dan
humanistic theory (teori humanistik) teori sifat mengatakan bahwa kepribadian
sebagai keunikan yang dimiliki seseorang dilihat dari sifat (traits) tertentu,
seperti ketelitian dan ketidaktelitian, keramahan dan ketidakramahan, dan lain-
lain.
Perilaku manusia adalah
sebagai suatu fungsi dari interaksi antara person atau individu dengan
lingkungannya. Individu membawa ke dalam tatanan organisasi kemampuan,
kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya. Ini
semua merupakan karakteristik yang dipunya individu, dan karakteristik ini akan
dibawa olehnya manakala ia akan memasuki sesuatu lingkungan baru, yakni
organisasi atau lainnya.
Setiap orang memiliki
cara yang berbeda- beda dalam menghadapi rangsangan- rangsangan yang mereka
hadapi. Dalam teori ini bahwa dalam diri manusia ibarat ada pertempuran antar
the id dan superego yang dimoderasi oleh ego. Teori- teori humanistik
menekankan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan tumbuh dan beraktualisasi
diri.
·
Menurut Ivancevich dkk (2006):
Kelompok merupakan bagian
dari kehidupan manusia. Tiap hari manusia akan terlibat dalam aktivitas
kelompok. Masingmasing dari kita telah menjadi dan masih menjadi anggota
kelompok- kelompok yang berbeda. Ada kelompok sekolah, kelompok kerja, kelompok
keluarga, kelompok sosial, kelompok kegamaan, kelompok formal, dan kelompok
informal.
·
Menurut Herman Sofyandi (2007):
Kelompok tidak hanya
terbentuk karena tindakan manajerial, tetapi juga karena adanya usaha-usaha
inividu para manajer menciptakan kelompok-kelompok kerja untuk menangani tugas
dan pekerjaan yang diberikan. Kelompok-kelompok semacam itu, yang diciptakan
oleh keputusan manajerial disebut kelompok formal.
Robbins dan Judge (2008)
Berpendapat bahwa manusia berkelompok untuk
alasan:
1. Rasa Aman
Rasa aman merupakan kebutuhan dasar
manusia. Perasaan aman dapat berupa sesuatu yang bersifat material atau non
material.
2. Harga Diri
Dengan berkelompok dan masuk dalam
organisasi akan memunculkan harga diri seseorang.
3. Afiliasi
Setiap manusia memiliki kecenderungan
untuk berafiliasi. Afiliasi itu dapat terjadi karena memiliki kesamaan latar
belakang, kepribadian, kecenderungan, hobi, dan kesenangan.
4. Status
Manusia memiliki sifat dasar ingin dipuji,
diperhatikan, dan diakui keberadaannya. Dengan berkelompok dan berorganisasi
kebutuhan tersebut akan diperolehnya.
5. Kekuatan
Manusia memiliki kemampuan yang terbatas.
Kekurangan dan kelemahan yang dimiliki dapat ditutupi jika mendapat dukungan
dari orang lain.
6. Pencapaian
Tujuan
Melalui organisasi, tujuan akan mudah dicapai.
Sebagai sasaran dan alat, organisasi dapat digunakan untuk mempercepat proses
tujuan bersama.
Mengapa Perlu Perilaku Organisasi?
Terdapat sejumlah alasan
di antara para pakar, mengapa perlu perilaku organisasi. Namun, dari semua
pendapat yang ada menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perhatian pada
kepentingan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja dalam organisasi. Apabila
sumber daya manusia diperhatikan pada gilirannya akan memberikan kontribusi
lebih tinggi bagi organisasi.
Wibowo (2013)
Tiga
alasan mengapa perlu mempelajari perilaku organisasi:
1. Practical
Application
Dalam kenyataan riil
organisasi, ada beberapa manfaat memahami perilaku organisasi, antara lain
berkenaan dengan pengembangan gaya kepemimpinan, pemilihan strategi dalam
mengatasi persoalan, seleksi pekerjan yang tepat, peningkatan kinerja dan
sebagainya.
2. Personal
Growth
Dengan memahami perilaku
organisasi dapat lebih memahami orang lain. Memahami orang lain akan
memeberikan pengetahuan diri dan wawasan diri lebih besar. Dengan memahami
orang lain, atasan dapat menilai apa yang diperlukan bawahan untuk
mengembangkan diri sehingga pada gilirannya meningkatkan kontribusi pada
organisasi.
3.
Increased knowledge
Dengan perilaku organisasi dapat
menggabungkan pengetahuan tentang manusia dalam pekerjakan. Studi perilaku
organisasi dapat membantu orang untuk berfikir tentang masalah yang berhubungan
dengan pengalaman kerja. Kemampuan berpikir kritis dapat bermanfaat dalam
menganalisis baik masalah pekerjaan maupun personal.
Winardi (2003)
Seorang
psikolog keorganisasian terkenal berpendapat bahwa semua organisasi memiliki
empat macam ciri atau karakteristik sebagai berikut:
1. Koordinasi
Upaya
Para individu yang
bekerja sama dan mengoordinasi upaya mental atau fisikal mereka dapat mencapai
banyak hal yang hebat dan yang menakjubkan. Contohnya piramidapiramida di
Mesir, tembok besar di RRC.
2. Tujuan
Umum Bersama
Koordinasi upaya tidak
mungkin terjadi, kecuali apabila pihak yang telah bersatu, mencapai persetujuan
untuk berupaya mencapai sesuatu yang merupakan kepentingan.
3. Pembagian
Kerja
Dengan jalan membagi-bagi
tugas kompleks menjadi pekerjan-pekerjaan yang terspesialisasi, maka suatu
organisasi dapat memanfaatkan sumbersumber daya manusianya secara efisien.
4. Hierarki
Otoritas
Menurut teori organisasi
tradisional, apabila ingin dicapai sesuatu hasil melalui upaya kolektif formal,
harus ada orang yang diberi otoritas untuk melaksanakan kegiatan.
Refrence :
Materi
Pertemuan 1 Perilaku Organisasi

0 Comment for "Filsafat Perilaku Organisasi"