Konflik Dan Negoisasi

 


UNIVERSITAS PELITA BANGSA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI BISNIS DIGITAL

NAMA : Putri Risqi Mega Lestari

NIM : 152210021

KELAS : BD.22.C.01

MATKUL : Perilaku Organisasi

DOSEN PENGAMPU : Abdul Latif, SE.MM

 

KONFLIK DAN NEGOSIASI

Konflik dan Negosiasi

Konflik adalah situasi dimana dua orang atau lebih menunjukkan ketidaksetujuan terhadap isu  yang berkembang dalam organisasi, situasi yang menunjukkan antagonisme di antara satu dengan  yang lain.

“Proses yang dimulai ketika suatu kelompok  merasakan dampak negatif dari kelompok yang lain,  dimana hal tersebut adalah sesuatu yang sangat  dijaga (penting) bagi kelompok lainnya”.

Empat tingkatan Konflik dalam Organisasi :

  1. Intrapersonal : Konflik yang terjadi di internal individu,  konflik pada tingkatan ini terjadi apabila seorang individu  mendapatkan ketidaksesuaian antara sebuah kenyataan  yang terjadi di dalam organisasi dengan yang diharapkan.
  2. Interpersonal, yaitu konflik yang terjadi diantara dua atau lebih individu dalam organisasi.
  1. Intergroup, yaitu konflik ayng terjadi diantara kelompok yang ada di dalam organisasi.
  1. Interorganizational, yaitu konflik yang tejadi diantara  organisasi.

 

ADA TIGA PANDANGAN TENTANG KONFLIK

        Pandangan tradisional : keyakinan bahwa semua konflik  harus dihindari.

        Pandangan relasi manusia : keyakinan bahwa konflik adalah  suatu hasil yang natural & tidak dapat dihindari dalam suatu  kelompok/organisasi.

        Pandangan interaksionis : keyakinan bahwa konflik tidak  hanya kekuatan positif dalam suatu keluarga atau orang,  tetapi sangat diperlukan bagi keluarga untuk berkinerja secara  efektif.

 

DUA MACAM AKIBAT KONFLIK

        Konflik Fungsional : Konflik yang menimbulkan akibat positif.

Meningkatkan kreatifitas, semangat kerja, pengambilan keputusan akan lebih baik,  berusaha untuk mencari pendekatan baru, memperjelas pandangan masing-masing  individu.

        Konflik Disfungsional/Destruktif : Konflik yang menimbulkan  akibat negatif

Menimbulkan kecemasan pada diri individu, meningkatkan ketegangan dalam  berhubungan dengan individu lain, menimbulkan rasa tidak percaya dan curiga,  individu cenderung hanya memperhatikan kebutuhan pribadi, adanya penolakan  dalam bekerjasama.

 

Negosiasi

        Proses pengambilan keputusan dengan mencoba mencari  trade of diantara beberapa pihak yang mempunyai  preferensi berbeda.

        Empat bentuk Negoisasi :

  1. Two party Negotiation.
  2. Group Negotiation.
  3. Intergroup Negotiation.

4.     Constituency Negotiation.

Hal-hal yang Harus dihindari dalam Negoisasi

        Profit Motive, di mana masing-masing pihak harus  mendaptkan sesuatu yang lebih dibanding pihak yang  lain.

        Sense Of Competition dan

        Concern for Justice, di mana masing-masing pihak  menterjemahkan “fairness” hanya dari kaca mata  masing-masing individu.

Syarat-syarat Negoisasi Berjalan efektif.

        Quality adalah proses negosiasi menghasilkan sebuah  kesepakatan yang berkualitas dan memberikan kepuasan  dari semua pihak.

        Efficiency di mana proses negosiasi tidak menghabiskan  waktu and biaya yang tinggi. dan

        Harmony adalah proses negosiasi harus tetap bisa  mempertahankan hubungan yang baik di antara individu  yang sedang melakukan negosiasi.

STRATEGI NEGOSIASI INTERAKTIF

        Menetapkan tujuan yang lebih tinggi.

        Memisahkan antara orang dan masalah.

        Lebih difokuskan pada kepentingan, bukan pada posisi.

        Memunculkan pilihan-pilihan yang menguntungkan kedua  belah pihak.

        Menggunakan kriteria yang objektif.

 

KEGAGALAN MENANGANI KONFLIK

        Kurangnya pemahaman sumber konflik.

        Kurang menguasai cara-cara penyelesaian konflik.

        Kurang percaya diri akan kemampuannya dalam menyelesaikan  konflik.

        Kurang mampu mengelola ketegangan dan kondisi emosi diri.

        Kurang berani melakukan konfrontasi.

 

 

 

 

 

Refrence :

Materi Pertemuan 10  Perilaku Organisasi

0 Comment for "Konflik Dan Negoisasi"

Back To Top