Komunikasi Dalam Organisasi

 


UNIVERSITAS PELITA BANGSA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI BISNIS DIGITAL

NAMA : Putri Risqi Mega Lestari

NIM : 152210021

KELAS : BD.22.C.01

MATKUL : Perilaku Organisasi

DOSEN PENGAMPU : Abdul Latif, SE.MM

 

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Ø Tiga Model dalam Komunikasi

Apa itu Komunikasi dalam Organisasi ?

        Merupakan komunikasi antar manusia (human  communication) yg terjadi dalam konteks  organisasi

        Komunikasi organisasi diberi batasan sbg arus  pesan dalam suatu jaringan yang sifat  hubungannya saling bergabung satu sama lain  (the flow of messages within a network of  interdependent relationship).

Apa itu Komunikasi Organisasi ?

        Manusia dalam kehidupannya harus berkomunikasi,  artinya membutuhkan orang lain & membutuhkan  kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi.

        Sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil  integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok &  masyarakat.

        Two way communication, komunikasi dua arah,  komunikasi timbal balik, membutuhkan kerjasama yg  diharapkan untuk mencapai cita-cita bersama, cita-  cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai  tujuan suatu organisasi.

        Bila sasaran komunikasi dpt diterapkan dlm suatu  organisasi baik organisasi pemerintahan, organisasi  kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan,  dengan tujuan utama mempersatukan individu dalam  organisasi.

 

Tiga Model dalam Komunikasi :

  1. model komunikasi linier
    1. One way communication, dalam model ini komunikator memberi suatu  stimuli & komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa  mengadakan seleksi & interpretasi.
    2. Komunikasi bersifat monolog.

 

  1. model komunikasi interaksional

a.      Sebagai kelanjutan dari model pertama, pd tahap ini sudah terjadi feedback.

b.     Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah & ada dialog.

c.      Tiap partisipan memiliki peran ganda, satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain sebagai komunikan.

 

  1. model komunikasi transaksional.

a.      Komunikasi    dipahami dalam konteks hubungan antar dua orang atau lebih.

b.     Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif.

c.      Tidak ada satupun yg tidak dapat dikomunikasikan.

Ø Komunikasi dalam Organisasi

1.      DOWNWARD COMMUNICATION

       Pemberian atau penyimpanan instruksi (job instruction)

       Penjelasan dari  pimpinan  tentang mengapa suatu tugas perlu untuk  dilaksanakan (job retionnale)

       Penyampaian informasi mengenai peraturan yang berlaku (procedures &  practices)

       Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.

 

2.     UPWARD COMMUNICATION

       Penyampaian     informasi  tentang     pekerjaan         atau tugas yang sudah dilaksanakan.

       Penyampaian informasi tentang persoalan pekerjaan atau tugas yang tidak dapat diselesaikan bawahan

       Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan

       Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya maupun pekerjaannya.

 

3.     HORIZONTAL COMMUNICATION

       Memperbaiki koordinasi tugas.

       Upaya pemecahan masalah.

       Saling berbagi informasi.

       Upaya pemecahan konflik.

       Membina hubungan melalui kegiatan bersama.

Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

1.    Fungsi Informatif

       Organisasi dapat dipandang sbg suatu sistem pemrosesan informasi (information processing system).

       Seluruh anggota dalam organisasi berharap akan dapat informasi yang lebih  banyak, lebih baik, dan tepat waktu

       Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti.

2.    Fungsi Regulatif

       Berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.

       Atasan atau orang-orang dalam jajaran struktural  memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua  informasi yang disampaikan.

3.    Fungsi Persuasif

       Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.

       Banyak pimpinan lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada  memberi perintah.

4.    Fungsi Integratif

       Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas & pekerjaan dengan baik.

       Pelaksanaan komunikasi ini dapat menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasinya.

Ø GAYA KOMUNIKASI

a.     Gaya komunikasi (communication style) didefinisikan sbg  seperangkat perilaku antar pribadi yang terspesialisasi, yang  digunakan dlm suatu situasi tertentu (a specialized set of  interpersonal behaviors that are used in a given situation)

b.     Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan  perilaku komunikasi yg dipakai untuk mendapat respon atau  tanggapan tertentu dlm situasi yang tertentu pula.

 

Enam Gaya Komunikasi

1.    The Controlling Style

       Gaya komunikasi bersifat mengendalikan, ditandai dengan adanya  satu kehendak untuk membatasi, memaksa & mengatur perilaku,  pikiran dan tanggapan orang lain.

       Lebih memusatkan perhatian pada pengiriman pesan, tidak ada/tidak  mengharapkan umpan balik.

2.    The Equalitarian Style

       Aspek penting gaya komunikasi ini adalah adanya landasan kesamaan, dan two way traffic of communication.

       Komunikasi dilakukan secara terbuka, mengungkapkan gagasan  secara rileks, santai dan informal.

       Memudahkan tindak komunikasi dalam organisasi, efektif dalam memelihara empati & kerjasama.

3.    The Structuring Style

       Memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan  guna memantapkan perintah yg harus dilaksanakan, penjadwalan  tugas & pekerjaan serta struktur organisasi.

4.    The Dynamic Style

       Gaya komunikasi dinamis memiliki kecenderungan agresif, karena  pengirim pesan memahami bahwa lingkungan pekerjaannya  berorientasi pada tindakan (action oriented).

5.    The Relinguishing Style

·      Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk  menerima saran, pendapat  atau gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah

6.    The Withdrawal Style

      Gaya ini tidak layak dipakai dalam komunikasi organisasi.

    Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya  tindak KOMUNIKASI.

      Dalam deskripsi konkret adalah, saat seseorang mengatakan :  “Saya tidak ingin dilibatkan dalam persoalan ini !”. Pernyataan ini  bermakna bahwa seseorang mencoba melepas diri dari tanggung  jawab, tapi juga mengindikasikan suatu keinginan untuk  menghindari berkomunikasi dengan orang lain.

 


Refrence :

Materi Pertemuan 6 Perilaku Organisasi

0 Comment for "Komunikasi Dalam Organisasi"

Back To Top