Dasar - Dasar Memahami Perilaku Kelompok Dan Tim

 


UNIVERSITAS PELITA BANGSA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI BISNIS DIGITAL

NAMA : Putri Risqi Mega Lestari

NIM : 152210021

KELAS : BD.22.C.01

MATKUL : Perilaku Organisasi

DOSEN PENGAMPU : Erna Apriani, SM.MM

 

DASAR-DASAR PRILAKU KELOMPOK DAN  MEMAHAMI KELOMPOK DAN TIM

Ø Macam-macam Kelompok dalam Organisasi

Apa itu Kelompok ?

Dari sisi persepsi, kelompok dipandang sebagai kumpulan sejumlah orang  yang saling berinteraksi satu sama lain, dimana masing-masing anggota  menerima kesan atau persepsi dari anggota lain.

Dari sisi organisasi, kelompok adalah suatu sistem terorganisasi yang terdiri  dari dua atau lebih individu yang saling berhubungan dengan sistem  menunjukkan beberapa fungsi, mempunyai standar dari peran hubungan di  antara anggota.

Dari sisi motivasi, kelompok dipandang sebagai sekelompok individu yang  keberadaannya sebagai suatu kumpulam yang menghargai individu.

Dari sisi interaksi, menyatakan bahwa inti dari pengelompokkan adalah  interaksi dalam bentuk interpedensi.

Kelompok Formal

        Kelompok Komando (Command Group)

Kelompok komando ditentukan oleh bagan organisasi. Kelompok terdiri dari  bawahan yang melapor langsung kepada seorang supervisor tertentu. Hubungan  wewenang antara manajer departemen dengan supervisor, atau antara seorang perawat  senior dan bawahannya, merupakan kelompok komado.

        Kelompok tugas (Task Group)

Kelompok tugas terdiri dari para karyawan yang bekerja – sama untuk  menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Misalnya, kegiatan para karyawan  administrasi dalam perusahaan asuransi pada waktu orang mengajukan tuntutan  kecelakaan, merupakan tugas yang harus dilaksanakan.

Kelompok Informal

a)     Kelompok Kepentingan (Interest Group)

    Orang yang mungkin tidak merupakan anggota dari kelompok komando atau kelompok  tugas yang sama, mungkin bergabung untuk mencapai sesuatu sasaran bersama. Para  karyawan yang bersama – sama bergabung dalam kelompok untuk membentuk front yang  terpadu menghadapi manajemen untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak dan  pelayan wanita yang mengumpulkan uang persen mereka merupakan contoh dari kelompok  kepentingan. Perlu diketahui juga tujuan kelompok semacam itu tidak berhubungan dengan  tujuan organisasi, tetapi tujuan itu bersifat khusus bagi tiap – tiap kelompok.

b)     Kelompok Persahabatan (Friendship Group)

    Banyak kelompok dibentuk karena para anggotanya mempunyai sesuatu kesamaan,  misalnya usia, kepercayaan politis, atau latar belakang etnis. Kelompok persahabatan ini  seringkali melebarkan interaksi dan komunikasi mereka sampai pada kegiatan diluar  pekerjaan.

Ø Tahap Pengembangan Kelompok

1)   Tahap pembentukan (forming)

Tahap Pembentukan (forming)

Mempunyai dua aspek, pada aspek pertama, oranag bergabung ke  kelompok tertentu, baik karena penugasan kerja, pada kasus kelompok  formal, atau karena sejumlah manfaat lain yang dikehendaki. Bagian kedua tahap pembentukan dimulai tugas pendefinisian  maksud,struktur, dan kepemimpinan kelompok. Tahap ini dicirikan oleh  banyaknya ketidakpastian.

2)   Tahap pergolakan (storming)

Tahap Pergolakan (storming)

Adalah tahap konflik didalam kelompok. Para anggota menerima  keberadaan kelompok itu, tetapi menolak pengendalian keompok  yang dipaksakan ke individu.lebih lanjut, ada konflik mengenai  siapa yang akan mengendalikan kelompok itu. Jika tahap ini  selesai, maka akan ada kepemimpinan pada kelompok itu dan  adanya kesepakatan mengenai arah kelompok itu.

3)   Tahap penormaan (norming)

Tahap Penormaan (norming)

Tahap ini selesai jika struktur kelompok itu mengeras dan kelompok  tersebut telah menyerap serangkaian harapan bersama mengenai apa  definisi perilaku anggota yang dianggap tepat.

4)   Tahap pelaksanaan (performing)

Tahap pelaksanaan (performing)

Pada tahap ini struktur kelompok itu sepenuhnya berfungsi dan diterima.  Tahap pelaksanaan merupakan tahap terakhir pada pengembangan  kelompok kerja permanen.

5)   Tahap pembubaran (adjourning)

Tahap Pembubaran (adjourning).

Dalam tahap ini, kelompok bersiap-siap ,membubarkan diri. Kinerja tugas yang tinggi levelnya tidak lagi menjadi prioritas  puncak kelompok itu.

·      Konsep-Konsep Dasar Kelompok

1)   Peran

Peran

Peran merajuk ke serangkaian pola perilaku yang diharapkanmenduduki posisi tertentu pada unit sosial tertentu. Dalam kelompok, individu diharapkan melakukan peran tertentu karena posisi  mereka dalam kelompok itu.

2)   Norma dan kesesuaian (konformitas)

Norma dan Kesesuaian (konformitas)

Norma adalah pengharapan tertentu yang disepakati bersama oleh para anggota  kelompok itu. Norma menentukan hal-hal seperti level output, tingkat ketidak hadiran,  keterus terangan pendapat, dan jumlah waktu bergaul dan ngobrol yang diizinkan  ditempat kerja.

3)   Sistem status

Sistem Status

Adalah peringkat, posisi, atau urutan gengsi (penghormatan) dalam kelompok tertentu. Sistem status merupakan faktor penting guna memahami perilaku.

4)   Ukuran kelompok

Ukuran Kelompok

Bukti menunjukkan bahwa kelompok kecil itu lebih cepat dalam menyelesaikan  tugas daripada kelompok besar. Tetapi, jika kelompok itu melakukan pemecahan  masalah, kelompok besar secara konsisten mendapatkan hasil yang lebih baik  daripada kelompok kecil.

5)   Kerekatan kelompok

Kerekatan Kelompok

Kelompok-kelompok yang didalamnya banyak pertikaian internal dan tidak ada kerja  sama itu kurang efektif dalam menyelesaikan tugas mereka daripada kelompok-  kelompok yang didalamnya para anggota suka bersepakat, bekerja sama, dan menyukai  satu sama lain. Penelitian dibidang ini telah berfokus pada kerekatan kelompok

6)   Pengelolaan konflik

    Pengelolaan Konflik

    Sewaktu kelompok melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya, mau tak mau akan  muncul pertikaian atau konflik, karena merujuk ke perbedaan mendasar yang dirasakan  yang menghasilkan bentuk gangguan atau perlawanan.


·       Pandangan Berbeda Mengenai Konflik

  1. Padangan tradisional. Konflik ini harus dihindari , karena menunjukkan adanya masalah didalam kelompok tersebut.
  1. Pandangan hubungan manusiawi. Konflik merupakan hasil alami dan tak terhindarkan dalam setiap kelompok.
  1. Pandangan interaksionis. Konflik itu tidak hanya dapat menjadi kekuatan  positif dalam kelompok.

·       Jenis Konflik

  1. Konflik tugas, berkaitan dengan kandungan dan sasaran pekerjaan.
  1. Konflik hubungan, berfokus pada hubungan antar-pribadi.
  2. Konflik proses mengacu ke cara penyelesaian pekerjaan.

 

Ø Memahami Perilaku Kelompok Kerja

Kondisi Eksternal yang Memaksa Kelompok, kondisi eksternal itu mencakup  strategi keseluruhan, struktur wewenang, peraturan formal, tersedia atau tidak  tersedianya sumberdaya organisasi, kriteria pemilihan karyawan, sistem imbalan  dan evaluasi kinerja organisasi, budaya organisasi, dan tata letak fisik umum  ruang kerja kelompok pada organisasi bersangkutan.

·      Sumber Daya Anggota Kelompok

Potensi level kinerja kelompok banyak tergantung pada sumber daya yang  dibawa oleh masing-masing anggota ke dalam kelompok itu. Sumber daya itu  akan mencakup kecakapan dan ciri kepribadian para anggota.

·      Mengubah Kelompok Menjadi Tim yang Efektif

Tim kerja sangat populer di organisasi. Studi baru-baru ini oleh Center for the Study or  Work Teams (pusat studi kerja kelompok) menemukan bahwa 80% organisasi yang  karyawannya lebih dari 1000 orang melaporkan bahwa setengah dari karyawannya  bergabung ke dalam paling satu tim. Dan popularitas tim cenderung berlanjut.

·      Apakah itu Tim??

Tim kerja adalah kelompok formal, yang terdiri dari individu-individu yang saling-  tergantung dan bertanggung jawab atas tercapainya sasaran.

 

Ø Jenis Tim

1)     Tim satu fungsi(functional teams) terdiri atas seorang manajer dan  bawahan-bawahannya dari satu bidang fungsi tertentu. Didalam tim satu  fungsi itu, masalah seperti wewenang, pengambilan keputusan,  kepemimpinan, dan interaksi relatif sederhana dan jelas.

2)     Tim yang dikelola sendiri, yakni kelompok   formal para     karyawan  yang bekerja tanpa      manajer dan bertanggung jawab atas proses            atau  bagian kerja lengkap. Tim kerja yang dikelola sendiri itu bertanggung  jawab menyelesaikan pekerjaan dan mengelola dirinya sendiri.

3)     Tim virtual, adalah tim yang menggunakan   teknologi komputer untuk menghubungkan secara fisik anggota yang tersebar untuk mencapai sasaran bersama.

4)     Tim lintas-fungsi, merupakan pengelompokan individu yang ahli pada berbagai bidang dan yang bekerja bersama pada berbagai tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Refrence :

Materi Pertemuan 5 Perilaku Organisasi


0 Comment for "Dasar - Dasar Memahami Perilaku Kelompok Dan Tim"

Back To Top