Mukidi

Oke gais... ketemu lagi nih..

Eh maksudnya baca lagi.. kalau ketemu mah bertatapan muka kaya lagi ngobrol trs doi ketawa sama ucapan lo😂😂😂



Ciye jomblo..😂

Keciduk iyaaa di pojokan rame rame liat apa hayo... 😈

Oh liat yg cakep lgi sendiri ya disana..😅😅



Oke kembali dengan saya  si "hm" menemani anda dalam kegabutan yang haqieqie

Oke to the point


Saya suka membuat genre cerita dengan kegabutan yang haqiqi


Jadi kalau suka makasih. Gak suka

Please no coment 

Budidayakan menghargai orang jangan ngerhargain doi yang bahkan gak nganggap lu ada 😣







Next ke intinya kalau kmaren 2 skarang 3 cerita



Nah saya mau cerita tentang "MUKIDI" Hayo siapa yang gak kenal mukidi..



Yah parah gak tau mukidi oke kli ini saya akan cerita tentang mukidi yang sudah membaca mau baca gpp gak juga tetep dibaca oke 😂


Ok happy read the story













Story 1..

NAIK UNTA
Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya. Dia juga ikut tour naik unta. Tapi unta di Arab tidak seperti unta di Indonesia, ketika Mukidi bilang, "duduk" dan unta langsung duduk.
Namun lain kejadiannya. Unta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang: "Duduk, sit.. sit, jongkok, diuk."
Sang unta tetap berdiri, dan akibatnya Mukidi tidak bisa naik.
Pawang Unta (PU): "Bilang Assalamualaikum, baru unta duduk."
Mukidi: "Asalamualaikum" langsung onta duduk, Mukidi naik, unta langsung berdiri lagi.
Mukidi: "Jalan.. jalan.." unta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, unta tetap tidak mau jalan.
PU :"Bilang Bismillah "
Mukidi : "Bismillah"
Onta jalan, Mukidi senang jalan naik unta dengan Pawang Unta berjalan di sampingnya.
Tak lama kemudian Mukidi bertanya, "Pawang. Bagaimana cara nyuruh untanya lari ya?"
PU: "Bilang aja Alhamdulilah”
Mukidi : "Alhamdulilah." Dan unta pun berlari.
Mukidi senang sekali. Saking senangnya Mukidi bilang lagi "Alhamdulilah." Dan si unta berlari tambah kencang, dan si Pawang Unta makin ketinggalan.
Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Unta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti. Dari jauh PU berteriak: "Kalo mau berhenti bilang Innalillahi.."
Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar. Dan si unta terus berlari dengan kencang. Sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yang sangat dalam. Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta: "Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!"
Unta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata. "Mati gue!"kata Mukidi. Tahu dia akan jatuh kejurang dan mati.
Dalam kepanikannya dia berteriak: "Innalillahi..!!" sambil memejamkan mata pasrah. Unta mendadak berhenti. Dan ketika Mukidi membuka mata. Dia melihat persis di tepi jurang. Saking senangnya tidak jadi mati, Mukidi 
berteriak: "Alhamdullilah!"

Soo.. what the ending ?? Masuk jurang lah 😂😂😂 one word please






Story 2

    Ngebantu nenek

Mukidi melihat mbah Kartinem sedang kebingungan di kantor pos.
"Bisa saya bantu nek?"
"Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak."
"Ada lagi nek?"
"Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?" Mukidi mengangguk. Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai.
"Cukup nek?"
"Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis: maaf tulisan nenek jelek."


You know lahhh 😃😃😃






Story 3

MASIH SALAH
Wakijan sudah insyaf dan mulai rajin ngaji.
"Mas Wakijan, sholat Subuh ada berapa rakaat?" Ustad ngetes.
"4, ustad!"
"Mas Wakijan pulang dulu deh, cari jawaban yang benar."
Di tengah jalan Wakijan ketemu Mukidi sahabatnya: “Di, menurut kamu sholat Subuh ada berapa rakaat?”
"Ya 2 lah."
"Wah payah dah, mendingan lu pulang deh. Belajar lagi."
"Emang kenapa?"
"Nah gue bilang 4 aja masih salah, apalagi 2?"



Ngakak ih.. jadi dia tuh mikirnya gini... kalau 4 aja salah apalagi yg dibawah 4 😂😂😂 ada da aja



Okeeeeeeeeee pegel ah ngetiknya dahan ya udahan.. dahan... bayyy
Labels: hiburan

Thanks for reading Mukidi. Please share...!

0 Comment for "Mukidi"

Back To Top